Dasar, Unsur dan Ciri-ciri Hukum Perdata
Channelpublik.com | Dasar hukum perdata di Indonesia bersumber dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata-Burgerlijk Wetboek (disingkat BW))yang berasal dari warisan kolonial Belanda, serta undang-undang nasional dan sumber lainnya seperti yurisprudensi dan kebiasaan (adat).
KUH Perdata berlaku berdasarkan asas konkordansi yang diatur dalam Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945, meskipun beberapa ketentuannya telah diatur terpisah oleh undang-undang yang lebih baru, seperti UU tentang Perkawinan dan UU Agraria.
Sumber hukum perdata tertulis
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)
Merupakan sumber utama yang mengatur hukum orang, benda, perikatan, dan pembuktian.
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)
Menjadi bagian dari sistem hukum perdata, terutama yang terkait dengan urusan niaga dan pelayaran.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria
Mengatur hukum pertanahan dan mencabut sebagian besar Buku II KUH Perdata terkait hak atas tanah.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
Mengatur hukum perkawinan dan menggantikan beberapa ketentuan dalam KUH Perdata.
Undang-Undang lain
Sumber hukum perdata tidak tertulis
Kebiasaan (adat)
Kebiasaan yang berlaku di masyarakat dapat menjadi sumber hukum perdata, terutama dalam menafsirkan dan melengkapi hukum tertulis.
Yurisprudensi
Keputusan-keputusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap dapat menjadi sumber hukum bagi kasus-kasus serupa di masa mendatang.
Perjanjian internasional
Traktat dan konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia dapat menjadi sumber hukum perdata nasional, contohnya Konvensi PBB tentang Hak Anak dan CEDAW.
Unsur-unsur Hukum Perdata
Berdasarkan buku Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional oleh Dr. Titik Triwulan Tutik, S.H., M.H. (2008: 11), unsur-unsur yang terkandung dalam hukum perdata, antara lain:
1. Adanya kaidah hukum, yaitu:
2. Mengatur hubungan antara subjek hukum yang satu dengan subjek hukum lainnya.
Hukum perdata memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis hukum yang lain di Indonesia. Ciri-ciri tersebut, antara lain:
KUH Perdata berlaku berdasarkan asas konkordansi yang diatur dalam Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945, meskipun beberapa ketentuannya telah diatur terpisah oleh undang-undang yang lebih baru, seperti UU tentang Perkawinan dan UU Agraria.
Sumber hukum perdata tertulis
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)
Merupakan sumber utama yang mengatur hukum orang, benda, perikatan, dan pembuktian.
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)
Menjadi bagian dari sistem hukum perdata, terutama yang terkait dengan urusan niaga dan pelayaran.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria
Mengatur hukum pertanahan dan mencabut sebagian besar Buku II KUH Perdata terkait hak atas tanah.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
Mengatur hukum perkawinan dan menggantikan beberapa ketentuan dalam KUH Perdata.
Undang-Undang lain
- Seperti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
- Inpres Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam: Berlaku untuk hukum perkawinan, waris, dan wakaf bagi umat Islam.
Sumber hukum perdata tidak tertulis
Kebiasaan (adat)
Kebiasaan yang berlaku di masyarakat dapat menjadi sumber hukum perdata, terutama dalam menafsirkan dan melengkapi hukum tertulis.
Yurisprudensi
Keputusan-keputusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap dapat menjadi sumber hukum bagi kasus-kasus serupa di masa mendatang.
Perjanjian internasional
Traktat dan konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia dapat menjadi sumber hukum perdata nasional, contohnya Konvensi PBB tentang Hak Anak dan CEDAW.
Unsur-unsur Hukum Perdata
Berdasarkan buku Hukum Perdata dalam Sistem Hukum Nasional oleh Dr. Titik Triwulan Tutik, S.H., M.H. (2008: 11), unsur-unsur yang terkandung dalam hukum perdata, antara lain:
1. Adanya kaidah hukum, yaitu:
- Tertulis yang terdapat dalam perundang-undangan, traktat, dan yurisprudensi.
- Tidak tertulis yang timbul, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat (kebiasaan).
2. Mengatur hubungan antara subjek hukum yang satu dengan subjek hukum lainnya.
3. Bidang hukum yang diatur dalam hukum perdata, antara lin hukum orang, hukum keluarga, hukum benda, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri Hukum Perdata
Hukum perdata memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis hukum yang lain di Indonesia. Ciri-ciri tersebut, antara lain:
- Mengatur hubungan antara satu orang dengan orang lainnya atau antar pribadi.
- Hal-hal yang diatur dalam hukum perdata meliputi hukum keluarga, hukum benda, hukum orang, hukum waris, hukum perkawinan, hutang-piutang, perjanjian, dan perikatan.
- Proses peradilan hukum perdata berdasarkan pengaduan para pihak yang berkepentingan.
- Dalam proses peradilan hukum perdata, para pihak disebut tergugat dan penggugat.
Follow & Subscribe
Berita Terkini
BERITA POPULER
-
Ilustrasi. Contoh Surat Pengaduan Kasus PHK Terhadap Disnaker. (Foto: Istimewa) CHANNELPUBLIK.COM | Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah...
-
Foto kolase arena gelper elektronik Bersenang Senanglah di BCS Mall, Batam, berkedok hiburan. (Foto. Dok. Channelpublik.com) BATAM - Channe...
-
UU NO. 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHA...
-
Suasana Ketika Proses Perobohan Bangunan Milik PT Asianfast Marine Industries, Sekupang Kota Batam. (Foto: JP - Channelpublik ) BATAM , Chan...
-
Suasana Persidangan Warga Negara Myanmar, Myat Thit alias Muhammad. (Foto: JP - Channelpublik) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti Men...
-
Sifat Hukum CHANNELPUBLIK.COM | Hugo de Groot dalam "De Jure Belli ac facis" (1625) yang mengatakan bahwa pengertian hukum ada...
-
Pengertian, Dasar, Ruang Lingkup Dan Sumber Hukum Tenaga Kerja. (Foto: Istimewa) CHANNELPUBLIK.COM | Pengertian Hukum Ketenagakerjaan san...
-
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelay...
-
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Perhitungan Pesangon CHANNELPUBLIK.COM | Dalam dunia kerja, kita lazim mendengar istilah Pemutusan Hubu...
-
Ketua DPR RI Puan Maharani hadir dalam pengukuhan di Universitas Sultan Agung. (Foto: HO-DPR RI/am) JAKARTA - Channelpublik.com | Ketua D...
