Indra May: Saya Bukan Menggarap Hutan Lindung Seluas 6, Tetapi Hanya 2 Hektare
![]() |
| Sidang Virtual Direktur PT Kayla Alam Semesta, Indra Maydi Pengadilan Negeri Batam. (Foto: Joni Pandiangan) |
BATAM (KEPRI) - Channelpublik.com | Direktur PT Kayla Alam Semesta, Indra May tidak mau mengakui telah menggarap hutan lindung seluas 6 hektare untuk dijadikan kavling siap bangun, Senin (11 Januari 2021).
Dalam keterangan saat persidangan saksi ahli dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XII pada Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XII Tanjung Pinang, Abdul Hakim Syah mengatakan bahwa PT Kayla Alam Semesta telah menggarap hutan lindung.
"Ada sekitaran 6 hektare hutan lindung yang digarap oleh PT Kayla Alam Semesta," kata Abdul Hakim Syah menjawab pertanyaan jaksa Mega Tri Astuti saat persidangan di Pengadilan Negeri Batam.
Abdul Hakim Syah menyebutkan bahwa terlihat di lokasi tersebut proses pembentukan kavling. "Ada kayu-kayu yang dijadikan patok-patok untuk pertanda pembentukan kavling-kavling," ujar Abdul Hakim Syah dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Batam Taufik Abdul Halim Nainggolan, Dwi Nuramanu, Egi Novita.
Usai Abdul Hakim Syah memberikan keterangan langsung dibantah oleh terdakwa Indra May. "Izin Yang Mulia, hutan lindung yang sebenarnya saya menggarap hanya 2 hektare, selebihnya adalah ladang-ladang masyarakat," kata Indra May berdalih untuk membantah keterangan dari Abdul Hakim Syah.
Untuk dapat melanjutkan proses persidangan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Batam Taufik Abdul Halim Nainggolan langsung mengambil alih jalannya persidangan. "Mau berapa luas hutan lindung itu tidak persoalan. Terpenting terdakwa ada menggarap hutan lindung," kata Taufik.
Taufik menegaskan yang terpenting terdakwa telah mengakui bahwa telah menggarap hutan lindung. "Jadi semua keterangan saksi itu benar," ujar Taufik.
Berdasarkan keputusan menteri kehutanan nomor: 47/Kpts-II/1987 tanggal 24 Februari 1987 tentang penunjukan areal hutan di wilayah Kotamadya Batam menyatakan bahwa tempat aktivitas PT Kayla Alam Semesta di Sungai Hulu Lanjai merupakan kawasan hutan lindung.
(Joni Pandiangan)
Follow & Subscribe
Berita Terkini
BERITA POPULER
-
Ilustrasi. Contoh Surat Pengaduan Kasus PHK Terhadap Disnaker. (Foto: Istimewa) CHANNELPUBLIK.COM | Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah...
-
Defenisi Hukum Menurut Para Ahli CHANNELPUBLIK.COM | Hukum ialah salah satu dari norma dalam masyarakat. Berbeda dari tiga norma lainnya,...
-
Sejarah dan Hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Latar Belakang CHANNELPUBLIK.COM | Dewasa ini banyak masyarakat Indonesia y...
-
Roy Wright Hutapea S.H, M.H Masa kepemimpinan Bistok Nadeak sebagai ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Batam periode 2016 - 2...
-
CHANNELPUBLIK.COM | Sejak tahun 1966 sampai dengan sekarang telah dilakukan perubahan atas hierarki (tata urutan) peraturan perundang-und...
-
CHANNELPUBLIK.COM | Legislasi atau undang-undang adalah hukum yang telah disahkan oleh badan legislatif atau unsur pemerintahan yang ...
-
Ketua Dekranasda Kepri Hj Meri Isdianto terus mendorong kemajuan produk kerajinan Kepri saat mengikuti Zoom Meeting Musyawarah Nasional D...
-
Channelpublik.com | Lembur atau overtime , kadang seperti sisi permukaan uang logam, diinginkan saat ingin mengejar target produksi, namun...
-
Suasana persidangan dalam perkara dugaan penipuan dengan terdakwa Wiji Utami. (Foto: JP - Channelpublik) Persidangan dengan agenda pembacaan...
-
CHANNELPUBLIK.COM | Seperti kita ketahui peraturan perundang-undangan yang membahas masalah hukum ketenagakerjaan adalah UU Ketenagakerja...
