Hingga Kamis (5/11/2026), pekerjaan tersisa sekitar 200 meter dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua pekan ke depan. Ruas jalan yang sebelumnya terdampak pekerjaan kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menurutnya, pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian bagian jalan yang belum selesai, termasuk pengecoran beton, pengaspalan, dan pembangunan dinding penahan tanah.
"Sekitar 200 meter lagi yang harus diselesaikan. Kami menargetkan pekerjaan rampung dalam satu hingga dua pekan ke depan," kata Metra.
Ia menjelaskan, proyek tersebut masih memiliki masa kontrak hingga Desember 2026. Selain pengecoran beton, sejumlah bagian juga masih membutuhkan pengaspalan dan penyelesaian dinding penahan tanah.
Proyek pelebaran jalan sepanjang sekitar 2,2 kilometer ini membentang dari Simpang Cikitsu atau Simpang Dotamana hingga Bundaran SMA Negeri 3 Batam.
Pelebaran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi dua lajur sehingga mampu mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan tersebut.
Selama pengerjaan berlangsung, penutupan dan pengalihan arus lalu lintas sempat diberlakukan. Kondisi ini berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang ruas jalan.
Sejumlah pedagang, termasuk penjual sate dan ayam penyet, sebelumnya mengeluhkan sulitnya akses menuju tempat usaha akibat pekerjaan proyek.
Dengan mulai terbukanya akses jalan dan penyelesaian pekerjaan yang terus dipercepat, aktivitas masyarakat serta kegiatan ekonomi di sekitar kawasan tersebut diharapkan kembali normal.
Pemko Batam berharap pelebaran Jalan Tengku Sulung dapat mengurangi hambatan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas, terutama di kawasan yang mengalami pertumbuhan kendaraan cukup tinggi.
Penulis: Daeng
