Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aksi Demo Massal Terjadi di Berbagai Wilayah Italia

Sunday, 1 November 2026 | 03:12 WIB Last Updated 2026-10-31T20:14:41Z
Aksi Demo Massal Terjadi di Berbagai Wilayah Italia
Ribuan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Unione Sindacale di Base di Milan, Italia utara, pada tanggal 30 Oktober dalam sebuah demonstrasi yang merupakan bagian dari hari pemogokan dan protes berskala nasional. (Stefano Rellandini/AFP/Getty Images)

Channelpublik.com - Jakarta | Gelombang demonstrasi besar-besuran dan pemogokan umum terjadi di berbagai kota di Italia pada hari Jumat, 30 Oktober 2026. Aksi ini diprakarsai oleh serikat pekerja akar rumput Unione Sindacale di Base (USB) serta melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Puluhan ribu orang para pengunjuk rasa ini, sebagian besar terdiri dari pelajar dan pekerja. Mereka melakukan aksi demonstrasi dengan turun ke jalan di berbagai wilayah Italia.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (31/10), massa aksi demo menuntut upah yang lebih tinggi dan layanan publik yang lebih baik, memprotes kenaikan biaya hidup, serta menentang peningkatan belanja militer.

Serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base, menyerukan pemogokan umum selama 24 jam, dengan aksi protes yang direncanakan di lebih dari 40 kota.

Demonstrasi tersebut sebagian besar berlangsung damai, meskipun ketegangan sempat memuncak di beberapa lokasi.

Di Turin, polisi menggunakan meriam air untuk memukul mundur para pelajar dan aktivis sayap kiri yang mendekati barikade keamanan di sekitar gedung prefektur.

Di Roma, sebuah pawai besar melintas di dekat Colosseum, tempat para pengunjuk rasa berencana mendirikan tenda dan bertahan selama akhir pekan. Beberapa tempat sampah diletakkan di tengah jalan lalu dibakar.

Kantor berita Ansa melaporkan, pada malam harinya sekelompok massa mencoba bergerak menuju gedung parlemen, yang memicu polisi untuk menggunakan meriam air guna membubarkan kerumunan. Delapan orang kemudian ditahan setelah berulang kali mencoba menerobos barikade polisi.

Di Milan, para pengunjuk rasa berpawai menuju jalan lingkar kota sebelum mengakhiri aksi mereka di depan universitas Politecnico di Milano. Para demonstran membawa suar dan membakar sejumlah benda.

Sementara di Genoa, sekitar 15 ribu pekerja pelabuhan, pelajar, dan pengunjuk rasa lainnya memasuki kawasan pelabuhan.

Penyebab Utama aksi ini disebabkan lonjakan biaya hidup dan harga bahan bakar. Terjadinya inflasi menyebabkan harga bahan bakar solar yang melonjak hingga hampir €2,30 atau sekitar Rp46.509 per liter, serta tingginya biaya kebutuhan pokok.

Massa juga memprotes terhadap buruknya kualitas dan pemotongan anggaran pada layanan publik, termasuk kesehatan dan Pendidikan.

Massa juga menolak terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, peningkatan anggaran militer, serta solidaritas terhadap konflik di Gaza dan penolakan penggunaan pelabuhan untuk pengiriman senjata.

Mengutip NBC News, para petani dan sopir truk memblokir/blokade jalan raya (seperti jalur Milan–Naples), akses pelabuhan di Naples dan Genoa, di mana sekitar 15.000 pengunjuk rasa turun ke pelabuhan, serta menduduki area keberangkatan Bandara Cristoforo Colombo di Genoa oleh pekerja pabrik baja Ilva.

Adapun titik demonstrasi terdapat pada puluhan kota besar dan kecil yang lumpuh atau padat pengunjuk rasa, termasuk Roma, Milan, Turin, di mana petani menumpahkan pupuk ke jalan dan terjadi bentrokan, serta Naples.

USB memperkirakan jumlah peserta mencapai 1 juta hingga 1,5 juta orang, sementara pihak Kementerian Dalam Negeri Italia mencatat angka sekitar 255.000 peserta.

Menanggapi peristiwa ini, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Matteo Salvini sempat membatasi aksi mogok di sektor transportasi selama periode libur All Saints' Day, sementara pemerintah sebelumnya juga mengerahkan ratusan tentara serta memperketat aturan keamanan terhadap demonstrasi yang berpotensi ricuh. (Red)
×
Berita Terbaru Update