Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Riyadh Diguncang 2 Ledakan Akibat Serangan Drone Houthi, Sistem Peringatan Diaktifkan

Sunday, 25 October 2026 | 00:42 WIB Last Updated 2026-10-24T17:45:15Z
Riyadh Diguncang 2 Ledakan Akibat serangan drone Houthi, Sistem Peringatan Diaktifkan
Ilustrasi. Dua ledakan terdengar di Riyadh pada Sabtu (24/10) pagi di tengah serangan kelompok Houthi dari wilayah Yaman. (Foto: REUTERS/Stringer)

Channelpublik.com - Jakarta | Dua ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu (24/10/2026) pagi, akibat eskalasi serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik dari kelompok Houthi asal wilayah Yaman.

Setelah suara ledakan terdengar, Otoritas Arab Saudi menyatakan mengaktifkan sistem peringatan dini nasional untuk meminta warga penduduk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bahaya udara.

Sebelumnya, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mengeklaim telah berhasil menjatuhkan sebuah pesawat nirawak (drone) yang terus dilancarkan oleh kelompok Houthi di wilayah Timur.

Selain itu Koalisi juga telah menjatuhkan sebuah rudal balistik yang mengarah ke Riyadh, serta drone yang dikirim ke wilayah Provinsi Timur

Juru bicara Turki Al-Malki melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, mengatakan bahwa drone-drone tersebut dicegat di atas Riyadh, Madinah, Provinsi Timur, dan wilayah selatan.

"Sebuah drone berhasil dicegat dan dihancurkan di Provinsi Timur," ujar Turki Al-Malki.

Dalam pernyataan terbarunya, Arab Saudi terus-menerus diserang oleh kelompok Houthi, termasuk serangan yang menyasar Bandara Internasional Riyadh yang disebut menjadi serangan "paling mematikan" di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok Houthi berulang kali membantah tuduhan dari Riyadh bahwa mereka telah meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Arab Saudi.

Faktor Pemicu dan Dampak Eskalasi Konflik

Eskalasi konflik antara koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi dilaporkan kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir, sehingga berdampak pada peningkatan siaga keamanan di area vital dan ibu kota.

Konflik memanas secara drastis setelah gencatan senjata rapuh yang disepakati sejak 2022 runtuh pada Juli lalu. Pemicunya adalah keputusan kelompok Houthi yang mengizinkan pesawat Iran mendarat di Sanaa, menentang kendali udara yang dipegang Riyadh.

Houthi kemudian mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan melancarkan serangan udara agresif, serta merebut wilayah pantai Laut Merah melalui operasi militer pada September.

Gelombang serangan intensif ini memaksa penundaan konferensi investasi internasional besar di Riyadh, mengganggu target diversifikasi ekonomi kerajaan, serta sempat memicu penutupan bandara Riyadh demi keselamatan.

Hingga saat ini, pihak militer koalisi Arab Saudi masih terus bersiaga penuh menghalau potensi gelombang serangan susulan.
×
Berita Terbaru Update